69% Sel Telur Perempuan Mengandung Mikroplastik

69% Cairan Folikel Perempuan Mengandung Mikroplastik

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology(ESHRE) 2025 dan dipublikasikan di jurnal Human Reproduction menemukan mikroplastik pada 69% sampel cairan folikel dari 29 perempuan yang menjalani program bayi tabung.

Cairan folikel adalah cairan yang mengelilingi sel telur di dalam ovarium, tempat sel telur "hidup" dan berkembang sebelum ovulasi.

Jenis mikroplastik yang paling sering ditemukan adalah PTFE (polytetrafluoroethylene) bahan yang sama dengan lapisan anti-lengket di wajan dapur kamu. Ditemukan pada 31% sampel, disusul oleh PP (polypropylene), PET, PA, PE, PU, dan PS dengan persentase yang lebih rendah.

Sebagai perbandingan, mikroplastik juga ditemukan pada 55% sampel cairan semen pria dalam studi yang sama, dengan PTFE tetap menjadi jenis paling dominan (41%).

Bukan Cuma dari Wajan, Sumbernya Ada di Mana-Mana

Mikroplastik dan bahan kimia terkait bisa masuk ke tubuh dari berbagai sumber sehari-hari:

  • PTFE lapisan anti-lengket pada peralatan masak
  • BPA dari botol air plastik dan kemasan makanan
  • Phthalates banyak ditemukan dalam produk skincare dan kosmetik
  • PFAs dari kemasan makanan cepat saji dan bahan tahan minyak/air

Bahan-bahan ini termasuk dalam kategori endocrine disruptors, zat yang bisa meniru kerja hormon estrogen di dalam tubuh. Ini yang membuatnya berpotensi mengganggu sistem reproduksi.

Efeknya ke Tubuh: Ganggu Hormon, Percepat Penuaan Ovarium

Sebagai zat yang meniru estrogen, endocrine disruptors berpotensi:

  • Mengacaukan sinyal hormon reproduksi
  • Mempercepat proses penuaan ovarium
  • Mengirim sinyal yang tidak akurat ke sistem reproduksi

Studi soal mikroplastik pada cairan folikel manusia ini masih tergolong penelitian awal (preliminary) dengan jumlah sampel yang kecil, sehingga hasilnya belum bisa dijadikan kesimpulan pasti soal seberapa besar dampaknya terhadap kesuburan. Namun temuan ini menambah daftar panjang bukti bahwa mikroplastik sudah menyusup ke berbagai bagian tubuh manusia, termasuk darah, plasenta, ASI, hingga otak.

Bukan Tubuh Kamu yang Rusak, Ini Respons terhadap Lingkungan

Poin pentingnya: temuan ini bukan berarti ada yang "salah" dengan tubuh perempuan. Ini adalah bukti bahwa tubuh sedang merespons paparan lingkungan yang memang sudah dipenuhi mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari dari dapur, kemasan makanan, hingga produk perawatan kulit yang kita pakai setiap hari.

Memahami sumber-sumber paparan ini adalah langkah pertama untuk mengurangi risikonya, misalnya dengan lebih selektif memilih peralatan masak, kemasan makanan, dan produk skincare yang digunakan sehari-hari.


Sumber: Gómez-Sánchez, E., et al. (2025). "Unveiling the Hidden Danger: Detection and characterisation of microplastics in human follicular and seminal fluids." Human Reproduction. Dipresentasikan pada 41st Annual Meeting of the European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE), Paris.

Back to blog