Apakah Puting Bisa Copot karena Menyusui? Mengenal Nekrosis Puting Akibat Perlekatan Menyusui yang Salah

Apa Itu Nekrosis Puting?

Nekrosis puting adalah kondisi ketika sel-sel pada jaringan puting mati karena tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang cukup. Tanpa aliran darah yang memadai, jaringan tidak dapat bertahan hidup sehingga perlahan berubah warna, mengering, lalu dapat terlepas.

Kondisi ini memang lebih sering dilaporkan sebagai komplikasi setelah operasi payudara (misalnya breast reduction atau rekonstruksi payudara). Namun, nekrosis puting juga dapat terjadi pada ibu menyusui, meskipun kasusnya sangat jarang.


Bagaimana Perlekatan Menyusui yang Salah Bisa Menyebabkan Nekrosis?

Saat bayi menyusu, seharusnya sebagian besar areola, bukan hanya puting, masuk ke dalam mulut bayi.

Jika bayi hanya menggigit atau mengisap puting, tekanan yang terjadi akan terus berulang pada area yang sama.

Prosesnya dapat berlangsung seperti berikut:

Perlekatan menyusui yang salah → puting lecet dan luka → pembengkakan serta peradangan → pembuluh darah kecil tertekan → aliran darah berkurang → jaringan kekurangan oksigen → nekrosis (kematian jaringan).

Trauma berulang juga membuat luka sulit sembuh, sehingga risiko infeksi ikut meningkat. Jika infeksi dan gangguan aliran darah terjadi bersamaan, kerusakan jaringan bisa menjadi semakin berat.


Gejala Nekrosis Puting

Pada tahap awal, keluhannya sering kali mirip dengan puting lecet biasa. Namun seiring waktu, gejala dapat berkembang menjadi:

  • Nyeri hebat yang tidak membaik
  • Luka yang semakin dalam
  • Puting berubah warna menjadi kebiruan, keunguan, cokelat gelap, atau hitam
  • Puting terasa dingin akibat berkurangnya aliran darah
  • Keluar cairan atau bau tidak sedap jika sudah disertai infeksi
  • Sebagian jaringan puting tampak mengering atau mulai terlepas

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, ibu menyusui sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi.


Faktor yang Meningkatkan Risiko

Walaupun jarang, beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko terjadinya nekrosis puting, antara lain:

  • Perlekatan menyusui yang tidak tepat dalam waktu lama
  • Trauma berulang akibat posisi menyusui yang salah
  • Penggunaan breast pump dengan daya hisap terlalu kuat
  • Infeksi pada puting
  • Gangguan sirkulasi darah
  • Diabetes atau kebiasaan merokok yang mengganggu penyembuhan luka

Cara Mencegah Nekrosis Puting

Kabar baiknya, sebagian besar cedera puting akibat menyusui dapat dicegah.

Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:

1. Pastikan Perlekatan Bayi Sudah Benar

Mulut bayi sebaiknya terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola, bukan hanya puting.

2. Jangan Mengabaikan Nyeri

Menyusui mungkin terasa tidak nyaman di awal, tetapi nyeri hebat yang terus-menerus bukanlah hal yang normal. Rasa sakit yang menetap bisa menjadi tanda adanya perlekatan yang salah.

3. Segera Atasi Puting Lecet

Semakin cepat luka ditangani, semakin kecil risiko berkembang menjadi cedera yang lebih berat.

4. Gunakan Breast Pump Sesuai Anjuran

Hindari tekanan hisap yang terlalu tinggi karena dapat menyebabkan trauma pada jaringan puting.

5. Konsultasikan dengan Konsultan Laktasi

Banyak masalah menyusui dapat diperbaiki hanya dengan mengoreksi posisi dan teknik perlekatan sejak dini.


Apakah Puting yang Mengalami Nekrosis Bisa Sembuh?

Tergantung pada tingkat keparahannya.

Pada kasus ringan, jaringan di sekitar puting masih dapat pulih setelah penyebabnya diatasi dan luka dirawat dengan baik.

Namun pada nekrosis yang berat, sebagian jaringan yang sudah mati tidak dapat hidup kembali sehingga memerlukan perawatan medis lebih lanjut, termasuk tindakan bedah pada beberapa kasus.

Karena itu, deteksi dini merupakan kunci utama agar cedera tidak berkembang menjadi kerusakan permanen.


Menyusui Tidak Seharusnya Dijalani Sendirian

Banyak ibu merasa bahwa rasa sakit saat menyusui adalah sesuatu yang harus ditahan. Padahal, menyusui seharusnya tidak menyebabkan nyeri yang berkepanjangan.

Apabila ibu mengalami puting lecet, nyeri hebat, atau bayi kesulitan melekat dengan baik, jangan ragu mencari bantuan dari dokter, bidan, atau konsultan laktasi. Edukasi dan pendampingan sejak awal dapat membantu mencegah komplikasi serius, termasuk nekrosis puting.

Karena setiap ibu berhak mendapatkan dukungan agar perjalanan menyusui menjadi lebih aman, nyaman, dan menyenangkan.

Back to blog