Kenapa ASI Bisa Keluar Padahal Tidak Hamil? Kenali Galaktorea
Share
Kenapa ASI Bisa Keluar Padahal Tidak Hamil? Kenali Galaktorea
Banyak yang mengira cairan seperti ASI hanya bisa keluar dari payudara saat seseorang sedang hamil atau menyusui. Padahal, kondisi ini juga bisa terjadi meskipun tidak sedang hamil maupun menyusui. Secara medis, fenomena ini disebut sebagai galaktorea, dan prosesnya berkaitan erat dengan sistem hormon di dalam tubuh.
Peran Kelenjar Pituitari dan Hormon Prolaktin
Di dalam otak, terdapat kelenjar kecil bernama pituitari yang bertugas mengatur produksi berbagai hormon dalam tubuh, termasuk hormon prolaktin. Prolaktin sendiri merupakan hormon yang berfungsi merangsang kelenjar susu pada payudara untuk memproduksi air susu.
Dalam kondisi normal, kadar prolaktin akan meningkat secara alami saat kehamilan dan menyusui untuk mendukung produksi ASI. Namun, pada kondisi tertentu, kadar hormon ini dapat meningkat meskipun seseorang tidak sedang hamil maupun menyusui.
Bagaimana Galaktorea Bisa Terjadi?
Berikut adalah runtutan terjadinya galaktorea secara ilmiah:
- Kelenjar pituitari di otak mengalami gangguan atau stimulasi tertentu
- Produksi hormon prolaktin meningkat di luar kondisi kehamilan atau menyusui
- Kadar prolaktin yang tinggi merangsang kelenjar susu pada payudara
- Payudara mengeluarkan cairan menyerupai ASI meskipun tidak sedang hamil atau menyusui
- Kondisi ini kemudian dikenal secara medis sebagai galaktorea
Apa Saja yang Bisa Menyebabkan Galaktorea?
Peningkatan kadar prolaktin yang memicu galaktorea dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
Tumor jinak pada kelenjar pituitari yang disebut prolaktinoma, yang menyebabkan kelenjar tersebut memproduksi prolaktin secara berlebihan. Stimulasi berlebihan pada payudara atau puting, baik akibat rangsangan fisik yang terlalu sering maupun akibat gesekan pakaian tertentu, juga dapat memicu peningkatan produksi prolaktin. Selain itu, hipotiroidisme atau kondisi ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh rendah turut berkaitan dengan naiknya kadar prolaktin. Efek samping dari obat-obatan tertentu, termasuk beberapa jenis pil KB hormonal, juga tercatat dapat menyebabkan kondisi ini.
Konsumsi obat antidepresan juga menjadi salah satu penyebab yang perlu diperhatikan. Beberapa golongan obat antidepresan, khususnya golongan antipsikotik dan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), diketahui dapat memengaruhi kerja dopamin di otak. Padahal, dopamin berperan menekan produksi prolaktin. Ketika kerja dopamin terganggu akibat konsumsi obat tersebut, kadar prolaktin dapat meningkat dan memicu munculnya galaktorea.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Karena galaktorea bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang mendasarinya, seperti gangguan pada kelenjar pituitari atau kelenjar tiroid, penting untuk memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami keluarnya cairan seperti ASI tanpa sedang hamil atau menyusui. Pemeriksaan lebih lanjut dapat membantu menentukan penyebab pastinya sekaligus penanganan yang tepat.