Vagina Menyusut Saat Menyusui? Ini Penjelasan tentang Perubahan Vagina akibat Hormon

Vagina Menyusut Saat Menyusui? Ini Penjelasan tentang Perubahan Vagina akibat Hormon

Apakah vagina bisa menyusut saat menyusui? Mungkin kamu pernah mendengar anggapan bahwa vagina bisa “menyusut” ketika seorang ibu sedang menyusui. Sebenarnya, yang terjadi bukanlah vagina benar-benar mengecil secara permanen.

Selama menyusui, tubuh mengalami perubahan hormon yang dapat menyebabkan kadar estrogen menjadi lebih rendah. Kondisi ini dapat memengaruhi jaringan vulva dan vagina, termasuk kelembapan, elastisitas, dan kenyamanan saat berhubungan seksual.

Kondisi tersebut sering disebut sebagai atrofi vagina akibat laktasi (lactational vaginal atrophy) atau perubahan vulvovaginal yang berkaitan dengan rendahnya estrogen selama menyusui.

Kenapa Menyusui Bisa Menyebabkan Estrogen Rendah?

Saat seorang ibu menyusui, tubuh memproduksi hormon prolaktin dalam kadar tinggi untuk mendukung produksi ASI.

Peningkatan prolaktin ini menekan aktivitas hormon reproduksi, sehingga produksi estrogen dapat menurun. Kondisi estrogen yang rendah ini dapat menyerupai keadaan hormonal yang terjadi pada perempuan setelah menopause.

Padahal, estrogen memiliki berbagai peran penting dalam menjaga kesehatan jaringan vulva dan vagina.

Apa yang Terjadi pada Vagina dan Vulva Saat Estrogen Rendah?

Estrogen membantu menjaga kondisi jaringan vulvovaginal melalui beberapa mekanisme, termasuk:

  1. Menstimulasi regenerasi sel epitel
    Estrogen membantu mempertahankan ketebalan dan kesehatan lapisan epitel vagina.
  2. Mendukung produksi dan pemeliharaan kolagen
    Kolagen berperan dalam menjaga struktur dan elastisitas jaringan.
  3. Mendukung aliran darah ke area vulvovaginal
    Aliran darah yang baik berperan dalam menjaga kesehatan dan respons jaringan.
  4. Membantu mempertahankan lingkungan vagina yang sehat
    Estrogen berperan dalam menjaga kondisi yang mendukung keseimbangan mikrobiota dan pH vagina.

Ketika kadar estrogen menurun selama masa menyusui, perubahan pada jaringan tersebut dapat terjadi. Akibatnya, area vulvovaginal bisa terasa lebih kering, tipis, dan kurang elastis dibandingkan biasanya.

Apa Saja Gejala Vagina Kering Saat Menyusui?

Tidak semua ibu menyusui akan mengalami gejala yang sama. Namun, perubahan kadar estrogen dapat menyebabkan beberapa keluhan, seperti:

  • Vagina terasa lebih kering
  • Pelumas alami berkurang
  • Perih atau nyeri saat berhubungan seksual
  • Rasa tidak nyaman atau sensitif di area vagina
  • Gatal atau iritasi ringan

Salah satu keluhan yang cukup umum adalah nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia) akibat berkurangnya kelembapan dan perubahan pada jaringan vulvovaginal.

Jadi, kalau setelah melahirkan dan selama menyusui kamu merasa sexy time menjadi lebih tidak nyaman, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan perubahan hormon dan bukan berarti ada sesuatu yang “salah” dengan tubuhmu.

Apakah Atrofi Vagina Saat Menyusui Permanen?

Umumnya, perubahan vulvovaginal yang berkaitan dengan rendahnya estrogen selama menyusui bersifat sementara.

Seiring frekuensi menyusui berkurang dan aktivitas hormonal tubuh kembali berubah, kadar estrogen dapat meningkat kembali dan kondisi jaringan vulvovaginal dapat membaik.

Namun, setiap ibu memiliki kondisi yang berbeda. Jadi, jangan merasa harus menahan rasa sakit atau tidak nyaman begitu saja.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jika vagina terasa sangat kering, nyeri saat berhubungan seksual terus berlangsung, atau muncul keluhan seperti gatal hebat, iritasi yang menetap, bau yang tidak biasa, atau keputihan yang berubah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Keluhan tersebut tidak selalu disebabkan oleh rendahnya estrogen saat menyusui dan bisa memiliki penyebab lain yang membutuhkan pemeriksaan.

Moms, Listen to Your Body 🤍

Perubahan tubuh setelah melahirkan dan selama menyusui adalah bagian dari proses fisiologis yang kompleks. Vagina yang terasa lebih kering atau hubungan seksual yang menjadi kurang nyaman dapat terjadi karena perubahan hormon, terutama ketika kadar estrogen menurun.

So, you don't have to rush anything. Dengarkan tubuhmu, komunikasikan dengan pasangan, dan berikan tubuh waktu untuk beradaptasi dan pulih.

Back to blog